Apa Perbedaan Antara Demam Berdarah Dan Malaria

Apa Perbedaan Antara Demam Berdarah Dan Malaria

Apa Perbedaan Antara Demam Berdarah Dan Malaria – Demam dengue dan malaria adalah dua penyakit yang sering dianggap sama oleh banyak orang. Namun, kedua penyakit ini memiliki perbedaan yang signifikan. Mari kita pahami lebih dalam mengenai demam dengue dan malaria.

Demam dengue disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes. Penyakit ini biasanya menunjukkan gejala seperti demam tinggi, nyeri otot dan sendi, ruam kulit, mual, dan kelelahan.

Nyamuk Aedes biasanya aktif saat fajar dan senja, dan mereka lebih suka berkembang biak di air yang tidak mengalir. Oleh karena itu, penularan demam dengue sering kali terjadi di daerah perkotaan dan semi-perkotaan, di mana penumpukan air sering terjadi.

Gejala demam dengue biasanya muncul 4-7 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Pada tahap awal, gejala ini mirip dengan flu biasa, namun dapat berkembang menjadi lebih parah dan berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.

Komplikasi demam dengue bisa sangat serius. Salah satu yang paling berbahaya adalah dengue hemoragik, yang dapat menyebabkan pendarahan, pembekuan darah, dan penurunan jumlah trombosit dalam darah yang bisa berakibat fatal.

Pencegahan dan Pengendalian Demam Dengue

Pencegahan dan pengendalian demam dengue berfokus pada pengendalian nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk. Langkah-langkah pencegahan termasuk mengenakan pakaian yang menutupi kulit, menggunakan obat nyamuk, dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk.

Pengobatan untuk demam dengue terutama melibatkan meringankan gejala dan mendukung fungsi tubuh pasien. Pengobatan untuk dengue hemoragik mungkin melibatkan transfusi darah dan cairan untuk membantu tubuh pasien dalam memerangi infeksi.

Malaria disebabkan oleh infeksi dengan parasit Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Gejala malaria termasuk demam periodik, menggigil, sakit kepala yang parah, nyeri otot dan sendi, dan muntah.

Nyamuk Anopheles biasanya aktif pada malam hari. Mereka lebih suka berkembang biak di air yang mengalir, seperti sungai dan danau. Oleh karena itu, penularan malaria sering kali terjadi di daerah pedesaan dan hutan di mana air tumpah ruah.

Gejala malaria biasanya muncul 10-15 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Gejala ini dapat bervariasi, tapi biasanya ditandai dengan demam, menggigil, dan sakit kepala. Jika tidak ditangani, malaria dapat berkembang menjadi lebih parah dan berpotensi mematikan. Wikipedia


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *